the city never sleep..but i need some sleep
so, dont bother waking me up at night :)
Best viewed in Google Chrome, screen resolution 1280 x 1024.
the city never sleep..|
posted : Monday, April 09, 2012
title : waktu .. (cerita tentang DML part-01)
waktu ...
sangatlah krusial bagi saya yang tinggal dan bekerja di ibukota, 15 atau 30 menit yang tidak seberapa besar bisa berakibat selisih berkelanjutan menjadi 1 hingga 2 jam.. ya itu lah Jakarta seperti ketika misalnya pagi ini, seperti biasa senin dinihari berangkat dari Bandung pukul 3.30 pagi (dari Terminal Leuwi Panjang). Biasanya jam 5.15 itu sudah melewati Gerbang Tol Cikarang Utama, pagi ini pukul 5.45 bis baru bayar di pintu tol tersebut "alamat telat ini sih" dan terbukti biasanya sampai Slipi Jaya pukul 06.00 tadi baru sampai pukul 07.40. telat? sudah pasti entah apa yang membuat Primajasa pagi ini telat sedemikian rupa, hingga membuat jam absensi masuk pagi ini pukul 8.13 .. sebagai pegawai perusahaan yang sangat memperhatikan kedisiplinan soal waktu kerja, jam masuk kerja sangatlah penting.. telat? potong gaji tentunya... belum lagi di tempat kerja yang sekarang ada semacam moral punishment dengan memasang daftar pegawai yang terlambat perbulan, mulai level pekerja hingga kepala divisi.. cara yg lumayan efektif oya plus denda yang berlaku di bagian saya, 10ribu rupiah perketerlambatan utk disumbangkan ke uang kas bagian ... tempat kerja yang sekarang? iya sudah hampir 3 bulan, sejak awal Desember 2011 saya menempati tempat kerja yang baru.. masih di institusi yang sama hanya berbeda divisi plus berbeda lokasi kerja.. dulu di divisi IT sekarang di divisi procurement/logistik.. sebelumnya di Ragunan, sekarang di Cikini.. dulu buka listing kode program, sekarang kerjaannya nego harga pembelian barang masih2 nyerempet dunia IT sih (baca: IT Procurement).. cuman kerjaannya beda jauh dengan selama 8 tahun kerjaan ke belakang.. ga pernah terbayang sebelumnya harus berhubungan dengan pengadaan bahkan negosiasi, ya negosiasi, hal yang jarang dilakukan pada saat beli2 barang namun skarang menjadi kerjaan wajib ..... tapi toh hidup ini adalah belajar, segala sesuatunya perlu dipelajari termasuk hal2 yang baru seperti pekerjaan sekarang termasuk hal manajerial.. karena, alhamdulillah, kepindahan tersebut juga dalam rangka promosi di tempat yang baru ini pula, mengenal pola kerja yang baru dan tipe2 orang yang berbeda dengan divisi sebelumnya percaya ga percaya, setiap hari Jumat pagi, setelah divisi ini berdoa bersama.. diadakan standup commedy .. hehehe ajaib ya? ![]() Labels: kerjaan
[ 0 COMMENT(s) SO FAR]
|
|
posted : Monday, March 12, 2012
title : rindu masalah
![]() Kebakaran.. Krl mogok.. Jaringan listrik padam..http://www.blogger.com/img/blank.gif jangan2 pt.ka dan kcj sengaja menjadikan masalah sbg kebiasaan #curiga .. Masalah... Masalah... lagi2 masalah, seakan hal ini sudah menjadi kebiasaan bagi krl jabodetabek, jangan2 kelak penumpang justru kangen masalah ketika krl berjalan normal. Sperti halnya tanggal 7 Maret kemarin dan hari sebelumnya ini.. sebelumnya terjadi padam aliran listrik krl di sekitar cilebut-bogor yg menyebabkan krl mengantri (bahkan ada yg sampai berhenti begitu saja dan menurunkan penumpang begitu saja di tengah jalan) dan kacaunya relasi bogor-jakarta pp.. Seakan belum cukup,esoknya, masalah terjadi lagi. 2 krl mogok di sekitar citayam. Akibatnya? Jadwal berantakan, penumpang menumpuk dan berjejal di sebuah relasi.. Krl jabodetabek yg digadang2 sbg salah satu solusi transportasi di ibukota, sudah sewajarnya juga mendapat perhatian pemerintah pusat dan dki, bukan hanya tanggung jwb pt.ka saja. Ketika Dahlan Iskan melakukan sidak dgn menaiki krl ke bogor, terbersit secercah harapan perbaikan transportasi yg dikelola sebuah bumn ini. Namun tampaknya harapan tinggalah harapan, sejak sidak tsb masalah tetap menjadi sebuah kebiasaan di krl jabodetabek, lagi2 krl tampak menjadi tanggung jawab pt.ka sendiri harga BBM mau naik, transportasi massal masih jadi anak tiri.. Ya, saya merindukan pintu ajaib Labels: fasilitas publik
[ 2 COMMENT(s) SO FAR]
|
|
posted : Wednesday, January 18, 2012
title : Arabian F & B
elu makan apa aja selama di sana?
aha! pertanyaan yg kadang sering dilontarkan orang2 pada jamaah haji yg baru pulang, termasuk saya.. makan apa ya? ya apa aja.. makanan sehari2 ketika sedang di Madinah, Arafah, Mina dan Jeddah disediakan fasilitas catering.. sedangkan di Mekkah dan lain-lain, jamaah haji diganti dengan uang saku dari pemerintah sebesar 1500 SAR. ketika sedang di Mekkah, tidak heran banyak warung2 Indonesia (di Madinah juga ada sih), atau pedagang kaki lima yang banyak menjajakan makanan khas Indonesia, sehingga ketika di Mekkah, saya masih bisa menikmati bakso, coto makassar atau sayur asem. hanya saja untuk catering yang disediakan pemerintah, menurut saya harus ada perbaikan dari segi rasa dan cara menghidangkan, karena terkadang plain tanpa rasa atau gosong, tapi jangan pula serta merta ditolak, dinikmati saja di Arab sendiri saya berkenalan dengan beberapa makanan dan minuman yang sebelumnya belum pernah saya rasakan atau berbeda dengan yang pernah saya makan misalnya saja nasi kebuli, biasa aja sebetulnya cuman waktu di arab rasa2nya lebih enek lagi karinya atau kebab, yg di Indonesia dimakan 1 rasanya masih nambah. Di Arab, makan 1 bisa 24 jam ga makan lagi.. ya, saya jadi ingat resto Turki depan masjid di Bakhutmah, subhanallah kebabnya kok jumbo? untuk makanan, makanan khas sana pernah saya coba di tanah air (tentu dengan porsi yg jauuuhh berbeda) yang unik dari minuman, di mana saya berkenalan dengan 2 minuman yang belum pernah saya coba sebelumnya.. teh susu dan susu onta susu onta pertama kali saya coba ketika ada acara ziarah wisata ke daerah sekitar Madinah, harganya 5 SR untuk 1 gelas susu.. kalau di Indonesia mungkin kita kenal istilah susu murni, ini pun susu murni, murni diperes langsung dari onta lalu diperes dan disaring lalu kemudian diminum hehehe tanpa lewat proses masak atau apapun itu langsung glek! .. rasanya? tawar hehehe ![]() yang kedua teh susu, merupakan minuman wajib sehari2 ketika berada di Arab sana.. ketika selesai sholat subuh merupakan waktu paling tepat untuk menikmati minuman ini.. kalau di Indonesia, mungkin semacam teh tarik, teh yang dicampur susu.. cuman memang, susu kental dan teh celup yang digunakan itu berbeda sehingga rasanya pun khas sekali ![]() cara ngeraciknya mudah, bahannya bisa dibeli.. cuman waktu diboyong ke Indonesia dan bikin sendiri.. rasanya kok jadi berbeda ya? "ada resto fast food engga di sana?" Arab itu bagian dunia juga, yang namanya fast food mah di mana2, bahkan di Arab kita bisa nemu B*rger King, KF* atau Mc* .. intinya, di sana ga bakal susah kok nemu makanan elu makan apa aja selama di sana? pertanyaan yang sama diulang lagi ketika kantor pindah ke daerah Proklamasi, ya seakan2 Proklamasi itu engga ada apa2.. tapi toh setelah di sini dan kenal sama orang2 sini daerah Proklamasi bisa nemu macem2 juga
[ 3 COMMENT(s) SO FAR]
|
|
posted : Friday, December 02, 2011
title : Dzulhijjah 1432H
tanggal hijriah?
ada apa dengan Dzulhijjah 1432H? ....... buat saya, ada yang berbeda pada tahun tersebut, pertama kalinya saya merayakan Idul Adha dengan cara berbeda... ya, saya merayakannya dengan wukuh di Arafah, mabit di Muzdalifah dan Mina.. alhamdulillah, Allah SWT memberi satu kenikmatan yang luar biasa pada 1432H kemarin, saya bisa menunaikan ibadah haji, menggenapkan Rukun Islam.. alhamdulillahirabbilalamin.. saya berangkat dari Bandung (Kloter JKS).. maklum, 6 tahun kerja di Jakarta, KTP masih Bandung juga :). Mendaftar sejak tahun 2008, jadi kalau dihitung2 kira2 dapat masa tunggu sekitar 3 tahun.. alhamdulillah, suatu kemudahan, di mana di daerah lain sering terdengar hingga 5 bahkan 7 tahun.. berangkatnya pun bukan bersama istri, melainkan dengan ibunda saya.. Semula dijadwalkan akan berangkat tanggal 18 Oktober 2011 (Koter 38 JKS). Namun tiba2 hari Selasa tanggal 4 Oktober 2011, diberitahu secara mendadak bahwa jadwal dipindahkan ke Kloter 19 JKS tanggal 8 Oktober 2011.. hohohoho, semua tugas di kantor langsung dikebut biar berangkat tidak meninggalkan hutang kerjaan. Alhamdulillah, sebelum cuti tanggal 7 Oktober-nya semua pekerjaan sudah rampung (walau ada sih yang masih minta titipan).. Sebuah perubahan besar, dari sebelumnya Gelombang II menjadi Gelombang I.. tapi apapun itu, Insya Allah sudah siap untuk berangkat. Berangkat dari Polda Jabar pada hari Sabtu 8 Oktober 2011, lanjut transit menginap di Asrama Haji Bekasi selama semalam lalu 9 Oktober-nya take-off dari Soekarno-Hatta menggunakan Saudi Arabian Airlines. Sebagai calhaj Gelombang I, saya beserta ibu tidak langsung menuju Mekah, tapi menuju Madinah terlebih dahulu. Di Madinah, selain berkesempatan arbain, calhaj juga berkesempatan melakukan ziarah ke tempat2 di sekitar Madinah, baik ziarah yang disediakan oleh Depag/Mutawiff atau KBIH (kami sendiri mengikuti rombongan KBIH, Yayasan Lentera Barokah). Setelah 8 hari, berangkatlah Kloter 19 JKS menuju Mekah dari Madinah dengan sudah menggunakan ihram untuk kemudian mengambil miqot di Bir Ali dalam rangka umroh wajib (sehubungan dengan ibadah haji tamattu). Jarak antara Madinah-Mekah kurang lebih ditempuh dalam waktu 7 jam, standar sebetulnya sama seperti Bandung-Jokja, hanya saja karena sedang dalam kondisi ihrom jadi terasa agak berat karena ada pantangan2 yang harus dihindarkan. Tiba di Mekah, rombongan (1 kloter yang berisikan +/- 400 orang biasanya dibagi dalam +/- 10 rombongan yang berisikan 40 orang per rombongannya) kami beristirahat sejenak untuk kemudian menjalankan umroh wajib. Setelah menjalankan umroh wajib, maka kami dan kloter menunggu datangnya waktu haji. Selama menunggu, calhaj mengisinya dengan berbagai macam kegiatan, entah itu sholat di Masjidil Haram, umroh sunat (KBIH yang saya ikuti sendiri menyelenggarak sebanyak 2x dengan miqot di Jironnah serta Tan'im), ziarah ke tempat2 sekitar Mekkah atau mungkin juga shopping (serius lho..). ![]() Dan tibalah datang waktu haji, bus-bus berseliweran di Mekkah untuk menjemput para calhaj, di luar pondokan calhaj, bus-bus parkir sambil calhaj dikondisikan untuk dinaikkan ke bus, jalanan sendiri tidak seperti biasanya lengang kali ini tampak padat bahkan kadang macet. Jalanan dari Mekkah hingga Mina/Arafah tampak ramai oleh kendaraan atau pejalan kaki. Tiba di Arafah, kami menempati Maktab-60, setiap calhaj memasuki tenda kloter masing2 untuk beristirahat menunggu waktu arafah tiba esok. Tiba waktu arafah, puncak ibadah haji, semua calhaj khusyuk berdzikir serta memanjatkan doa, terlebih ketika waktu memasuki pukul 12 siang, doa, dzikir serta tangis terdengar di mana2. Subhanallah, suatu momen yang luar biasa, saat ketika para calhaj menjadi haji (amin). Selepas waktu arafah, semua haji bergerak menuju Muzdalifah untuk mabit 1 malam lalu kemudian dijemput ke Mina. Di Mina, seluruh haji menjalankan ibadah lempar jumroh. Berhubung rombongan kami mengambil nafar awal, kami hanya ada di Mina sebanyak 2 malam saja karena biasanya melaksanakan jumroh pada dini hari. Apakah ibadah haji telah usai? Belum, ada rangkaian ibadah lain yang harus dilaksanakan, yaitu tawaf ifadah dan sa'i, rombongan kami melaksanakannya setelah beristirahat sejenak di pondokan. Selesailah rangakaian ibadah haji tamattu kami, artinya tinggal menunggu waktu kepulangan. Sekitar 10 hari kami menunggu waktu kepulangan, dalam jangka waktu tersebut sama seperti halnya ketika menunggu ibadah haji, para jamaah haji mengisinya dengan rangkaian ibadah, ziarah atau jalan2 ke Jeddah. Tak terasa sudah 39 hari saya di Tanah Suci, saatnya kembali ke tanah air. Sebelumnya, kami transit dahulu di Jeddah menunggu waktu pemberangkatan, lalu kemudian tepat tanggal 18 November dari Bandara King Abdul Azis, Jeddah, kami take off pukul 11 malam dengan maskapai yang sama ketika keberangkatan. Tiba di Bandung tanggal 19 November 2011 pukul 10 malam, dijemput oleh keluarga (cuman 2 mobil kok yang jemput dan itupun ga full) yg langsung dikomentarin anak yg ikut menjemput "babe gundul" ... nak, kamu juga gundul kok.......... ah.. betul kata orang, rindu untuk kembali kesana, walau berbagai macam perasaan .. haru merasakan solat langsung menghadap kabah, senang bisa sholat di raudah, bahagia bisa sholat di hijr ismail, rindu ketika mengucap salam di makam Rasul SAW, ada juga sedikit sesal ketika terkena musibah di sana.. dan bahkan kaget, ya kaget ketika sedang transit di Jeddah (17 November 2011) mendapat BBM dari Deputy GM aldi, selamat ya sudah promosi ke wakabag DML TMT 21 Nov 2011 .............. engg gimana? Labels: curhat
[ 4 COMMENT(s) SO FAR]
|
|
posted : Thursday, September 22, 2011
title : Museum Perjoangan Bogor
terinspirasi dari seorang rekan tentang kunjungannya ke museum. saya jadi tertarik juga untuk menuliskan pengalaman tentang kunjungan ke museum yang lain (selain yg dulu, Museum BI)
saya berkunjung tanggal 17 Agustus 2011 kemarin, ya ya ya mau ditulis dari bulan Agustus cuman males aja, seperti biasa sebagai salah satu perusahaan BUMN, institusi tempat saya bekerja selalu mengadakan Upacara Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia dan kegiatan ini wajib diikuti oleh setiap karyawan di kantor pusat (saya kurang tahu gimana yang di daerah, apakah mengadakan juga atau tidak). berhubung 17-an kemaren jatuh di hari Rabu, sehingga mau pulang ke Bandung pun rasanya tanggung sekali, akhirnya diputuskan saja pulang ke rumah.. sepanjang perjalanan dari Stasiun Tebet, saya berpikir, lah di rumah juga mau ngapain? mau jalan2 juga masih pagi (upacara biasanya selesai jam 8 pagi) dan lagipula jalan2 juga engga tau mau kemana, ke mall? ngapain? lagi Ramadhan... pikiran bergelayut tanpa sadar udah di St.Depok Baru, lalu tiba2 muncul ide gila ya udah lah luntang lantung ke Bogor aja, dengan pikiran mau menyambangi objek wisata.. pertanyaan selanjutnya, objek wisata apa? AHA! timbul ide sehubungan momennya 17 Agustus maka saya berniat mengunjungi museum perjuangan, salah satunya Museum Peta. Saya ingat ada museum tersebut karena letaknya dekat dengan Pusat Pendidikan Zeni, tempat saya mengikuti Kesamaptaan waktu pendidikan pegawai baru dulu.. tanya teman dan gugling soal trayek angkot kesana, wah saya menemukan museum perjuangan yang lain, MUSEUM PERJOANGAN BOGOR.. berhubung belum pernah liat sama sekali, saya memutuskan untuk ke Museum Perjoangan Bogor dulu baru ke Museum Peta satu hal yang saya suka dari Bogor adalah klasik! banyaknya koleksi bangunan heritage tersebut ditambah banyaknya pepohonan membuat pemandangan yang asri bagi saya.. selain itu kultur Sunda juga terasa di sini.. setelah tahu jalur angkot (03 + jalan agak jauh) dari Stasiun Bogor berangkat hingga sampai lokasi lokasinya agak tersembunyi karena dekat pasar serta deretan ruko2.. untungnya waktu itu tanggal 17 Agustus, museum sedang mengadakan acara dan memutarkan lagu2 perjuangan, jadi saya ngeuh posisinya biaya eksplorasi museum ini (baca: tiket) cukup 3000 saja.. melihat sejarah museum ini, saya jadi tahu bahwa museum ini didirikan pada tanggal 15 Agustus 1958 (usia yang cukup tua untuk sebuah museum) oleh Panglima T.T. III/Siliwangi Kolonel R.A. Kosasih. di lantai pertama, berisikan koleksi2 senjata, kumpulan kliping koran serta arsip-arsip jaman revolusi dulu, selain itu juga ada patung serta foto lukisan dari Kapten Muslihat, seorang pejuang Bogor yang namanya diabadikan menjadi salah satu nama jalan di Kota Bogor (jalan tersebut juga ternyata merupakan tempat beliau menghembuskan nafas terakhirnya ketika iring2an pasukannya disergap sekutu persis di Taman Topi) ![]() salah satu potongan kliping yang menarik adalah tentang Nyi Raden Moedjasih Jusman Sarkani, seorang pejuang wanita yang ikut difoto dalam pengerekan Merah-Putih saat Proklamasi di Pegangsaan Timur 56 dulu ![]() bangunan museum ini terdiri dari dua lantai, selepas lantai pertama, saya beranjak ke lantai dua yang hampir sama dengan lantai pertama berisi koleksi senjata, bendera, baju serta arsip-arsip perjuangan dulu.. dan hebatnya, semuanya asli bukan replika.. hal ini membuat saya sebagai pengunjung bisa merasakan atmosfir perjuangan dulu.. oya museum juga mempunyai koleksi2 diorama pertempuran di sekitar Bogor dahulu.. di lantai 2, senjatanya lebih bersifat lokal, kalau di lantai 1 isinya senjata rampasan sekutu atau Jepang seperti bren, M1 Garand.. di lantai 2 koleksi senjatanya beraroma made in Indonesia baheula, seperti granat sumbu, keris, tombak dll ah.. mari kita bercerita dengan gambar saja untuk melihat koleksi-koleksi museum tersebut
berhubung baterai BB udah agak soal, jadi tidak banyak foto yang saya ambil.. namun ada buku yg cukup klasik waktu saya mengunjungi perpustakaannya ![]() familiar? *grin* selepas dari Museum Perjoangan Bogor, saya melanjutkan ke destinasi selanjutnya Museum Peta... sayang sekali, ketika sampai di sana saya bingung masuk darimana, pintu gerbang utamanya sendiri tertutup rapat, padahal dalam nuansa peringatan kemerdekaan seperti itu harusnya dibuka lebar2.. setelah gugling, baru saya tahu bahwa untuk berkunjung ke museum ini minimal harus ada 25 orang pengunjung dengan biaya adminstrasi 2500 rupiah per pengunjung hmm sayang sekali, padahal kalau bisa masuk siapa tau bisa bertanya2 soal Letda Gunadi atau Sersan Dori, pelatih kesamaptaan saya dulu, dan diajak mereka untuk snapling lagi di Lawang Gintung "BEEE ERRR IYYYYY" *syutttthhhhhhh*
[ 2 COMMENT(s) SO FAR]
|
|
posted : Tuesday, September 13, 2011
title : krlku sayang.. krlku malang..
sudah bukan menjadi rahasia kalau sarana transportasi publik dan massal di negara ini carut marut dan kacau balau..
pemerintah seakan menganak tirikan transportasi publik/massal dan lebih menganakemaskan pengguna kendaraan pribadi.. ketimbang memperbanyak bus angkutan umum yang baik, bersih dan layak, pemerintah lebih suka memperlebar dan memperbanyak jalanan salah? tidak.. tapi harusnya diprioritaskan sama, bahkan lebih.. contoh paling jelas? tentu saja KRL.. Kereta Api Listrik di Jabodetabek suatu sarana transportasi publik/massal yang ada sejak tahun 1925 ini seakan kalah oleh pembangunan infrastruktur jalan.. ketika dibangun jalan layang Antasari, KRL hanya merubah jadwal express menjadi ekonomi AC, tidak ada perubahan yg signifikan segala masalah yang terjadi di KRL (baik keretanya, persinyalan dan lain-lain) pun tampaknya tidak mengalami perbaikan yang berarti.. sehingga "masalah" tampaknya sudah bisa menjadi makanan sehari-hari para komuter seperti halnya pagi ini, ketika sampai di Stasiun Depok melihat tumpukan masa di peron 1 dan 2, feeling udah ga enak.. cek linimasa twitter, betul juga.. "sedang ada masalah lagi" @krlmania: Krl eko panas mogok di citayem. Krl di blakangnya trhambat ah ya sudahlah.. lagi2 hari itu harus dilalui dengan berdesak2an di KRL yg bertiket 6ribu tersebut, yang judulnya AC tapi tidak dingin sama sekali karena saking penuhnya bahkan pintu pun tidak menutup.. dan tentunya kadang berjinjit karena untuk menjejakkan kaki dengan nyaman pun susahnya minta ampun.. untungnya kejadian dulu tidak terulang lagi.. masih bisa turun di Pasar Minggu, masih bisa absensi pukul 07:29:40 alhamdulillah! ![]() ah iya... saya belum mengucap SELAMAT IDUL FITRI 1432H Labels: fasilitas publik, transportasi
[ 1 COMMENT(s) SO FAR]
|
|
posted : Monday, July 18, 2011
title : tukang cukur newbie ...
hal tersebut belum terlintas di pikiran saya, waktu melihat sebuah barbershop baru dalam perjalanan pulang (Stasiun Depok ke Kota Kembang Raya)
yang terlintas cuman "duh rambut udah gondrong" "mulai ga enak" "tukung cukur langganan di benhil kejauhan" "tukang cukur yg deket stasiun ga pernah buka lagi" "eh tukang cukur deket rumah nih" mangkanya ketika berjalan dari stasiun, saya pun langsung membelokkan diri ke barbershop tersebut.. barulah muncul pikiran "tukung cukur newbie nih..." ketika melihat si kapster (yg juga ownernya) memegang gunting serta cara mengguntingnya yg kasar ronde pertama, si kapster bilang sudah menyelesaikan pekerjaannya.. tampak lumayan walo juga tampak kurang rapi ronde kedua, meneruskan ronde pertama karena si pelanggan, saya, merasa tidak puas dengan hasilnya.. hasil ronde dua? jauh lebih jelek daripada ronde pertama ronde ketiga? rambut nyaris botak dan itupun "nyaris botak yang tidak rapi" ah sudahlah daripada plontos, sesi pencukuran saya cukupkan sampai "nyaris botak yang tidak rapi" saja bahkan ketika si kapster menawari sesi pijat pun, saya katakan "tidak!" .. salah potong rambut tidak masalah, salah urat dan saraf ya gawat... ![]() ah ya.. saya rindu barbershop langganan2 saya.. hasil rapih, ngobrol pun bisa dengan bahasa daerah.. asa di lembur jadi agak gundul saya sekarang bukanlah disengaja, tapi faktor tidak disengaja dan kecelakaan... Labels: curhat
[ 1 COMMENT(s) SO FAR]
|